JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka pembunuhan dengan mutilasi, Baikuni alias Babeh, mengaku menyesal ketika ditanya mengapa dia tega habisi nyawa tujuh bocah jalanan, lalu menyodomi dan memutilasi empat korban di antaranya.
"Saya khilaf," ujar Babeh singkat, Jumat (15/1/2010) di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta. Walaupun mengaku khilaf, Babeh menjawab pertanyaan wartawan dengan senyum tersungging di wajahnya.
Saat itu, Babeh sempat dibawa ke luar sebentar oleh polisi menuju tempat tahanan Narkoba Polda Metro Jaya. Babeh tampak mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye. Kehadiran Babeh sontak saja menarik perhatian para wartawan dan juru foto yang tengah berada di depan Direskrimum Polda Metro Jaya. Sayangnya, Babeh lebih banyak diam ketika diberondong pertanyaan oleh para wartawan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang